Tampak khusyu’ para siswa dan guru dalam mengikuti kegiatan Khotmil Qur’an tiap hari Kamis pukul 07:00 s/d 07:30 WIB di teras, lantai 1 SMA Unggulan

Ustadz Musleh Adenan memandu kegiatan Khotmil Qur’an bersama Kepala Sekolah dan seluruh jajaran pimpinan sekolah

SMAU KUATKAN KARAKTER PESANTREN PADA SISWA

SMAUNEWS- Kegiatan Khotmil Qur’an SMA Unggulah (SMAU) Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong yang dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 07:00-07:30 WIB sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) adalah salah satu kegiatan penguatan karakter pesantren pada siswa siswi.

Setiap santri diminta berkumpul di teras sekolah, lantai 1 sebelah timur, L. Santri putri di bagian utara sementara santri putra di sebelah barat. Dewan asatidz di sebar tiap titik untuk mendampingi santri. Kegiatan ini dipandu oleh ustadz Musleh Adnan, S.Pd.I dan Ustadz Abdullah, S.Ag.

Semua santri dan guru diwajibkan memaca al-qur’an yang telah disediakan pihak sekolah dalam bentuk lembaran yang tiap juznya dipecah menjadi 3 bagian. Kegiatan menghatamkan al-qur’an yang dimulai tahun ajaran baru ini adalah program waka kurikulum kepesantrenan atas interuksi Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan.

Program kurikulum kepesantrenan ini tidak hanya menghatamkan al-qur’an saja. Namun juga ada beberpa muatan lokal (kitab-kitab salaf) yang juga diajarkan di sekolah, seperti fiqih, tauhid, akhlaq dan hadits, salah satunya kitab Hadits Ala Ahrufil Hija’iyah karangan KH. Moh. Hasan Genggong.

Bahkan disetiap 30 menit sebelum KBM dimulai pada hari selain Kamis, semua santri ditiap-tiap kelas membaca al-qur’an yang dipandu oleh beberapa siswa yang telah ditunjuk pihak sekolah. selepas baca al-qur’an dilanjutkan membaca shalawat-shalawat yang ada di munjiyat pesantren.

Ustadz Musleh selaku penanggung jawab kegiatan ini mengatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) K-13 sudah bergulir. Menurutnya, Pendidikan yang di bawah naungan pesantren tentunya harus lebih mewarnai dalam dunia pendidikan Indonesia. “Harapannya, lulusan SMA Unggulan memiliki kompetensi kepesantrenan yang terintegrasi antara pengetahuan kepesantrenan dengan amal perbuatan nyata,” paparnya.

Menurut Ustadz Moh. Inzah, M.Pd.I, kepala sekolah SMAU bahwa kegiatan ini sangat penting karena akan menguatkan jiwa pesantren pada siswa di sekolah. “Bagaimana budaya pesantren masuk ke sekolah,” jelas ustadz Inzah, menirukan dawoh kiai Mutawaakkil, saat berkunjung ke ruang kepala sekolah beberapa bulan yang lalu. (Mfd/Bdr)