LOLOS SELEKSI, DUA SISWA SMAU MENJADI ANGGOTA PASKIBRA KABUPATEN

KOMPAK : Ahmad Fauzan (Paling kanan depan) bersama TIM PASKIBRAKA Kabupaten Probolinggo dalam upacara HUT RI yang Ke-72 di alun-alun Kota Kraksaan Probolinggo

SMAUNEWS- Dua siswa SMA Unggulan (SMAU) Haf-Sa Zainul Hasan Genggong ikut andil dalam pengibaran bendera merah putih dalam rangka HUT RI ke-72 yang diselenggarkan Pemerintah kabupaten Probolinggo, Kamis, (17/8/2017) pukul 09:00 WIB di alun-alun kota kraksaan.

Fauzan, begitulah panggilan kesehariannya. Santri berpostur tinggi ini tak pernah menyangka sebelumnya akan terpilih menjadi anggota paskibraka tingkat kabupaten. Meski berpostur tinggi, dia mengaku tidak begitu yakin dipilih pihak panitia karena postur tubuhnya yang kurus dan lemas. “Saya kurus, itu yang membuat saya kurang percaya diri” ungkapnya ,datar.

Sejumlah tes dilakukan pihak panitia pada 140 siswa dari berbagai sekolah di kabupaten Probolinggo, yang akan dipilih sebagai peserta paskibraka. Dari pengukuran fisik hingga  tes dasar baris berbaris dilakukan di SMAN 1 Gading.
Tes kedua, dilakukan di Kecamatan Dringu, Kemenpora, kabupaten Probolinggo. tes ini meliputi tes fisik. Antara lain; lari, push up, pemantapan PBB baku (dasar).Hasilnya, sejumlah siswa terjaring sebagai anggota paskibraka. Sebagian lain harus pulang  ke kampung halaman karena tidak masuk kreteria anggota paskibraka.

Serasa dramatis baginya, saat pengumuman para peserta yang terpilih dibacakan. Namun, namanya tidak muncul yang seharusnya dibacakan pihak panitia dalam pengumuman para anggota terpilih. Saeful Jihad, adik kelasnya di SMA Unggulan lebih awal namanya dibacakan pihak panitia. “Saya terpilih kak, selamat ya dik, kakak nyusul entar lagi,” ungkap Fauzan, menirukan percakannya dengan Saeful Jihad.

Rasa penasaran dan tanda tanya yang selalu menghantui pikirannya akhirnya terjawab juga saat panitia pengumumkan nomor urut paling terakhir. “Saya urutan ke 3 tapi diloncati, namun saat diterakhir pengumuman, nama saya ternyata dibacakan juga, ini mungkin sebuah barokah,” ucapnya, bahagia.

Fauzan berharap ilmu yang didapatkan dari pengalam paskibraka ini bisa ditularkan pada adik-adik kelasnya. Dia dianggota paskibraka sebagai pasukan 17, paling kanan (penjuru) “Disitu, saya mendapatkan pengalaman baru dan teman baru,” jelasnya.

Tidak hanya pengalaman dan teman baru yang dia dapatkan, tapi pihak pemerintah sudah menyiapkan hadiah uang tuani dan seragam yang dipakai saat menjadi pasukan paskibraka menjadi hak miliknya. “Alhamdulillah, ada bonus tournya juga kayaknya,” ungkap Ahmad Fauzan, pria kelahiran Lumaang ini. (Mfd/Ird/Bdr)