Prosesi pemotongan hewan qurban SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong

Penyerahan daging qurban di desa Tanjung, Pajarakan oleh Osis SMA Unggulan

Proses pengemasan daging qurban oleh anggota osis putri SMA Unggulan

Penyerahan daging qurban pada satpam pondok Hafsawaty putra oleh Pembina Osis SMA Unggulan

SMAUNEWS- Hari Raya Idul Adha merupakan hari besar umat Islam di seluruh dunia, di mana pada hari tersebut didalamnya terdapat kegiatan penyembelihan hewan ternak (qurban) dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah SWT. Banyak umat islam di belahan dunia yang menyelenggrakan penyembelihan hewan qurban.

Tak terkecuali SMA Unggulan (SMAU) Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong juga menggelar pelatihan penyembelihan hewan qurban berupa seekor sapi kerapan khas pulau Madura, dua ekor kambing, dan satu ekor kambing dari salah satu wali santri SMAU, Minggu (03/09/2017) pukul 06:00 WIB di halaman sekolah yang dihadiri kepala sekolah dan wakil-wakilnya, dewan asatidz dan anggota osis SMAU.

Menurut kepala sekolah, Kegiatan pelatihan penyembelihan hewan qurban ini bertujuan memberikan sebuah pemahaman tentang cara-cara penyembelihan hewan qurban yang benar sesuai syariat islam dan juga mengajak para santri agar gemar berbagi dengan masyarakat, khususnya, kaum duafa’ di sekitarnya. “Ini adalah tarbiyah untuk anak-anak kita sebagai bekal kelak sepulang ke masyarakat,” jelas ustadz M. Inzah, M.Pd.I,

Senada dengan ustadz Inzah, Ustadz Abdullah, salah satu guru bidang PAI menuturkan kegiatan latihan qurban adalah program tahunan SMAU yang sudah dilaksanakan beberapa tahun terakhir, dengan harapan santri SMAU bisa memahami tatacara penyembelihan hewan qurban dan menumbuhkan rasa peduli pada sesama di masyarakat nantinya.

Ustadz Abdullah menambahkan, hewan qurban yang disembelih pada tahun ini diambil dari iuran siswa, semua guru dan karyawan serta dana sosial dari sekolah. “Alhamdulillah dalam kegiatan ini ada wali santri yang menyumbangka seekor kambing,” terang ustadz yang juga waka Humas SMAU ini.

Daging-daging qurban ini nantinya akan diberikan pada masyarakat sekitar, khususnya daerah utara pesantren, yakni desa Kapasan dan desa Tanjung. Pada tahun kemarin daging qurban disebar ke empat desa, tapi kali ini hanya dua desa. “Untuk desa ke selatan pesantren sudah ada sekolah lain yang membagikan daging qurban saat itu juga,” jelas Ust. Mulyadi, distributor daging qurban.

Menurut pak Mol -sapaan sehari-hari ust. Mulyadi- sasaran pembagian hewan qurban ini tidak hanya kaum duafa’ saja, akan tetapi diutamakan pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah. “Bagi masyarakat yang ekonominya menengah ke atas seharusnya ikut berqurban, bukan mendapatkan daging qurban,” ujarnya.

Ratusan daging qurban yang dikemas dalam kresek hitam tersebut tidak hanya diberikan pada masyarakat yang sudah terdata, tetapi juga bibik yang membantu di dapur pondok, penjaga pos satpam pondok Hafsawaty serta abang becak juga mendapatkan bagian daging qurban. “Alhamdulillah, sudah didistribusikan semua pada masyarakat menggunakan mobil sekolah, dibantu 5 anggota osis, dan terimakasih untuk semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini,” ungkap Ustadz Mufid, Pembina Osis. (Mdr /Bdr).