Foto para juara lomba mading 3D tingkat SLTP dan SLTA se-kabupaten Probolinggo yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Tampak Mading 3D SMA Unggulan Haf-Sa judul GAK KUPER (Gerakan Kunjungi Perpustakaan) yang dinobatkan sebagai juara 1 Tingkat SLTA

Foto bersama salah satu juri Mading 3D dan Navi Mayyoulanda, Presentator Mading SMAU

Tim mading SMAU mengabadikan kebahagian bersama juri dan panitia

SMAUNEWS- Lomba mading 3D yang digear Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo, tingkat SLTA dan SLTP se-kabupaten Probolinggo. Rabu (13/9) pukul 08.00 WIB di Halaman Perpustakaan Daerah berlangsung seru.
Keseruan itu tampak saat para peserta mempersiapakan mading, yang 20 % mereka selesaikan di sekolah. Panitia melalu pengeras suara memberikan deadline penyelesaian dari pukul 08.30 sampai pukul 11.30 WIB. Namun melihat banyaknya mading yang belum selesai, akhirnya pihak panitia meralat batas watu yang ditentukan, dan menambah sampai pukul 13.00 WIB.

Tingkat SLTP diikuti 20 peserta, Sementara tingkat SLTA diikuti 19 peserta. Masing-masing tim berjumlah lima siswa dan satu peserta. Salah satunya, SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong. Tim dari yayasan Hafsawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong ini mampu menyisishkan kompetitornya dan keluar sebagai terbaik pertama dalam lomba ini.

Sebelum pengumuman pemenang, Tiga juri melalui salah satu juri mengaku telah memilih 3 terbaik, dengan penilaian yang objektif dan berhati-hati. Beliau membacakan Juara Mading 3D kategori SLTA, juara 3 diraih MA NU, Kraksaan, juara 2 diraih SMA N 1, Paiton, Juara 1 SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan Genggong. “Alhamdulillah, kami bisa menjadi yang terbaik,” singkat Abdul Mufid, S.Pd.I, pembina osis.

Tim mading SMAU sempat tidak percaya raih juara 1, karena pengumuman juara dikira kategori SLTP terlebih dahulu. Bahkan saat salah satu tim dari SMAU, Navi Mayyoulanda yang sedang berada di depan gedung perpustakaan, sadar kalau madingnya terpilih menjadi yang terbaik, sontak lari mendatangi teman-temannya dengan histeris bahkan tidak kuasa menaha air mata. Namun saat itu dimarahi oleh temannya. “Jangan bikin malu Nev, ini pengumuman tingkat SMP,” ucap, Mudzakkir Alallah.

Kebahagiaan dan haru baru pecah saat juri mengambil map yang berada di meja dan mengumumkan juara tingkat SLTP. Mudzakkir mengaku tidak sadar ternyata nomor urut 14 yang dibacakan pihak juri adalah nomor urut Madingnya sendiri. “Baru sadar saat juri membacakan juara yang SMP,” ungkapnya, dengan wajah sumringah.

Navi Mayyoulanda mengaku sangat senang dengan raihan ini, dirinya mengaku juara 1 sudah sesuai dengan usaha timnya dalam mempersiapkan mading 3D ini. “Bangga bikin nangis, saat garap dan presentasi perjuangan banget,” ungkapnya, penuh haru. Sementara Khoirul Anam, ketua Osis SMA Unggulan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat menerima hadiah di atas pentas. “Kita juara,” singkatnya, dengan senyum bahagia. (mfd/Irf/bdrs)