Pemaparan peraturan Pesantren Hafsawaty oleh Ning Hj. Hasanatud Daroini, S.Pd.I, Kepala Pondok Putri Hafsawaty

Rapat Koordinasi SMAU bersama wali santri siswa baru, Senin. (18/09/2017) di Aula Sekolah.

SMAUNEWS- Rapat koordinasi SMA Unggulan (SMAU) Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong, dengan wali santri kelas X SMAU di aula sekolah. Senin, (18/9) pukul 08:00 WIB yang dihadiri sekitar 55 wali santri dari 73 siswa baru. Tampka hadir kepala sekolah SMAU, Ustadz M. Inzah, M.Pd.I, Ning Hj. Hasanatud Daroini, S.Pd.I, kepala Pondok Putri hafsawaty, dan wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, kurikulum, humas, dan sarana.

Acara dibuka dengan pembacaan shalawat nabi yang di pandu hadrah SMAU. Dilanjut pembacaan istighatsah bersama yang dipimpin ustadz Abdullah, S.H.i. Semua wali santri diberi panduan pembacaan istighatsah. “Dengan Pembacaan Istighatsah ini, Semoga hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT,” ungkap ustadz Abdullah, seusia memimpin istighatsah.

Dalam sambutannya, ustadz Inzah, menjelaskan Visi-Misi SMAU pada wali santri. Beliau berharap apa yang ada dalam Visi-Misi sekolah dapat terwujudkan dengan maksimal. Beliau mengutip visi SMAU yang berbunyi, “Mencetak Generasi Muslim Yang Unggul”, diharapkan siswa lulusan SMAU tidak hanya unggulan secara akademik tapi juga ungulan di bidang kepesantrenan. “Pengetahuan umum dan agama harus seimbang,” ungkapnya.

Beliau menambahkan SMAU telah banyak melakukan banyak hal dalam mengawal santri agar lebih berprestasi. Salah satunya mengadakan kerjasama dengan PENS-PPNS, Rumah tahfidz Ustadz Yusuf Mansur, dan pengembangan skill santri melaliu kegiatan ekstra kurikuler sekolah. “Ini Ikhtiar kami, dan kami butuh kerjasamanya,” pesannya pada wali santri.

Semetara itu, Ning Rini banyak menjelaskan aturan-aturan yang ada di pesantren. Menurutnya sekolah di bawah naungan pesantren, bukan sebaliknya. Beliau mengatakan selalu berkoordinasi terkait aktivitas santri baik di sekolah maupun di pesantren. “Baik sekolah, pengurus pondok maupun wali santri harus bergerak cepat jika ada permasalahan pada santri,” tegasnya.

Ustadzah Vina, Waka kurikulum melalui silide yang disediakan panitia, banyak menampilkan kegiatan siswa di sekolah baik terkait kegiatan kurikulum umum dan kepesantrenan, serta prestasi yang diraih siswa SMAU 3 bulan terakhir. pihaknya juga menjelsakan sejumlah ketentuan-ketentaun terkait kurikulum yang berlaku di SMAU. “Untuk syarat UTS, santri harus tuntas akademik, kehadira 90%, penilaian sikap minilan B, administari sekolah 50 %, administari pesantren 100% lunas,” jelasnya.

Waka kesiswaan menegaskan bahwa pesantren harus dipreoritaskan. Beliau berharap santri aktif mengikuti seluruh kegiatan pesantren dan sekolah. Ustadz Samsul juga berpesan agar wali santri mengingatkan putra putrinya untuk mematuhi aturan pesantren dan menghindari larangan seperti yang telah disosialisasikan pada santri. “Setiap pelanggaran pasti ada sangsi dan tindak lanjutnya,” paparnya. (Mfd/Bdr)