Penyerahan hadiah lomba Mading 3D oleh KH. Moh. Hasan Naufal, M.PdI

Foto bersama dewan asatidz dengan tropi juara 1 lomba mading 3D se-Pesantren Zainul Hasan Genggong

tim Mading 3D mengabadikan mading terbaik pada Hari Santri Nasional 2017

Pembacaan do’a yang dipimpin langsung oleh KH. Moh. Hasan Naufal, M.PdI

Genggong- Sisihkan 14 kompetitor, SMA Unggulan (SMAU) Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong kembali meraih juaara 1 dalam lomba mading 3 D yang digelar Pimpinan Komesariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PK.IPNU) Pesantren Zainul Hasan Genggong yang digelar pada Jum’at (20/10) di halaman Pesantren setempat yang bertema “Santri Mandiri Jauhi Narkoba, Miras, Peka Internet, NKRI Hebat.
Seusia upacara Hari Santri Nasional (HSN) para juara lomba mading 3D diumukan.

Tiga terbaik berhak mendapatkan hadiah. Diantaranya; Juara-1 diraih SMA. Unggulan Haf-Sa BPPT Genggong, diwakili Ust, Abdul Mufid, S.Pd.I, juara-2 diraih MTs Zaha, diterima ust. Abdul Wafi Haris, S.H, dan juara-3 diraih Madrasah Diniyah Zainul Hasan diwakili KH. Moh. Hasan Maulana.

Dalam lomba ini SMAU mendapatkan nomor urut 12 dan mengangkat judul SNI (Santri Nasionalis, Islami). Saat ditemui seusai upacara Hari Santri, ketua tim Mading SMAU mengaku judul ini sangat pas untuk menggambarkan sosok seorang santri yang harus berjiwa nasionalis dan kental dengan keislaman. “Santri ya wajib nasionalis dan agamis,” jelasnya.

Lutfi Hidayah,  S.Pd.I, salah satu juri dari wartawan TV 9 saat dikonfirmasi via telfon mengatakan ada 4 kreteria yang disepakati pihak juri dan panitia. Diantaranya; Kesesuaian mading dengan tema, konten, desain dan presentasi. Pihaknya mengaku dalam penilaian tidak melihat asal lembaganya, tapi lebih melihat nomor urut. “Mencoba se objektif mungkin dalam penilaian,” akunya.

Lutfi menambahkan, dari penilaian tiga dewan juri, ada tiga mading yang layak menjadi juara dalam lomba ini. Antara lain nomor urut 12, 14 dan 13. “Satu mading mendapatkan nilai mutlak dari tiga juri,”  tandasnya.

Abdul Mufid selaku pembina Osis sangat bangga pada siswa SMAU yang mampu mempertahankan prestasinya. Menurutnya, mempertahankan juara 1 jauh lebih berat dari pada berjuang unuk menjadi juara. “Tahun kemarin juara 1, dan kini anak-anak mampu membuktikan yang terbaik,” akunya dengan bangga.

Kepala sekolah, Ustadz M. Inzah, M.Pd.I saat ditemui seusai upacara, mengaku sangat puas dengan raihan anak didiknya. Beliau berharap siswa SMAU mampu melanjutkan tren positifnya pada lomba-lomba lain yang lebih menantang. “Semoga ini berlanjut dikancah yang lebih bergengsi,” harapnya. (mufid/bdr)