Foto bersama Kepala BPPT seusai ramah tamah di kediaman almarhum KH. Hasan Saifouridzall

Pemberian penghargaan pada siswa prestasi oleh ketua Yayasan Hafsawaty, KH.Moh. Hasan Mutawakkil Alallah di GOR Damanhury.

Pengambilan gambar seusai penandatangan MoU antra SMAU Haf-Sa dengan BPPT RI.

Pengalungan bunga oleh KH.Moh. Hasan Mutawakkil Alallah pada kepala BPPT, Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc Sebagai tanda penghormatan.

GENGGONG- SMA Unggulan (SMAU) Haf-Sa Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menjalin kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI. Memorandum of Understanding (MoU) tentang Peningkatan Sumber Daya Manusia dalam Upaya Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi.
MoU itu ditandatangai oleh Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M., dengan Kepala BPPT RI Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc, Senin (6/11/2017). Sebelum ke lokasi acara di GOR Damanhury Pesantren Zainul Hasan Genggong, Unggul beserta rombongan sempat mensurvei gedung SMAU didampingi dewan pimpinan SMAU.
Selain Unggul, ada juga Sekretaris Utama BPPT Dr. Ir. Sony solistiya Wirawan, M.Eng; Kepala Biro SDM dan Organisasi Dr. Dra. Suratna,M.Pd.I; Kepala Biro Umum Ir. R. Guntur Harianto, M.M; dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Dr. KH. Zulfikar As’ad. Serta, segenap kepala sekolah se-Pesantren Zainul Hasan Genggong.
Dalam sambutannya, Kiai Mutawakkil banyak menceritakan perkembangan Pesantren Zainul Hasan dari tahun ke tahun. Menurutnya, perkembangan pesantren sangat pesat sejak kepemimpinan Almarhum K.H. Hasan Saifouridzall dan makin berkembang di era dirinya.
Banyak lembaga baru yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan umat. Salah satunya SMA Unggulan Haf-Sa. “Pesantren ini tidak pernah stagnan. Ini semua tidak lepas barokah sesepuh Pesantren Genggong,” ujarnya.
Kiai Mutawakkil mengatakan, tujuan pesantren menyiapakan generasi bangsa yang shalih-shalihah, paham tentang agama, dan kental dengan nasionalisme. Tidak diragukan dalam dunia Islam, alumni pesantren banyak berkonstribusi pada masyarakat, khususnya dalam ilmu hukum islam.
Kiai yang juga ketua PW NU Jatim ini mengatakan, konstribusi alumni pesantren terhadap negara salah satu contohnya menolak keras paham-paham yang anti Pancasila. “Saya jamin alumnus pesantren apapun profesinya, nasinonalismenya kuat, karena berprinsip hubbul wathon minal iman,” ujarnya.
Sementara itu, Unggul dalam sambutannya banyak menjelaskan tujuan BPPT sebagai badan pengkajian teknologi. Menurutnya, banyak bentuk kerja sama yang sudah dilakukan. Salah satunya pengembangan teknologi tepat guna dan terbarukan. Beliau menegaskan akan memberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan fasilitas agar lebih maksimal. “Saya berharap MoU ini tidak berhenti di atas kertas saja, namun ada kerja sama nyata,” ujarnya.
Unggul mengaku sangat terkesan dengan pidato Kiai Mutawakkil tentang nasionalisme warga Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, ulama merupakan ruh bangsa Indonesia. Sebab, tidak hanya paham agama, tapi juga memiliki nasionalisme yang tinggi. (mfd/irf/bdrs)