GENGGONG – Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi, khususnya koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), guna meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas pembelajaran.
Sebagai bentuk komitmen dalam menghadapi tantangan tersebut, SMA Unggulan Haf-sa menyelenggarakan Workshop Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Room Meeting SMA Unggulan Haf-sa dan diikuti oleh seluruh dewan guru, dengan mengusung tema “Meningkatkan Produktivitas Guru melalui Alat Bantu Berbasis Kecerdasan Artifisial”.

Workshop ini menghadirkan Rachmad Effendi Teguh Santoso, M.Pd, Duta Teknologi Kemendikdasmen, sebagai narasumber utama. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu Hubbul Wathan sebagai wujud nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMA Unggulan Haf-sa, Ust. M. Inzah, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan.
“Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, banyak orang tidak bisa menikmatinya, melainkan justru menjadi korban teknologi. Melalui workshop ini, SMA Unggulan berupaya agar dewan guru mampu menjadi pencipta dan pengendali teknologi tersebut,” ujarnya.
Sebelum memasuki sesi inti, narasumber memberikan beberapa kuis sebagai penguatan pembelajaran mendalam bagi para guru. Selain itu, ia juga menampilkan video terkait dampak kecerdasan artifisial serta pemanfaatan Internet of Things (IoT), yang kemudian disimpulkan bersama oleh seluruh peserta.
Dalam pemaparannya, Rachmad Effendi menegaskan bahwa secanggih apa pun AI, tetap memiliki dampak positif dan negatif. “AI itu layaknya pedang bermata dua, bisa mengajak ke arah positif maupun negatif. Oleh karena itu, tidak semua AI dapat digunakan sebagai bahan ajar,” jelasnya.
Pada sesi praktik, para guru diajak langsung mencoba berbagai aplikasi koding dan AI, seperti Gemini AI, WordWall, dan Canva Pro. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab yang membahas berbagai kendala dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial di dunia pendidikan.
Melalui kegiatan ini, SMA Unggulan Haf-sa berharap para guru mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab demi meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.(nail)





